Tuesday, 01 January 2013 03:50

Rumah Adat Melayu Kalimantan Barat

Written by 
Rate this item
(10 votes)

Rumah Adat Melayu Kalimantan Barat ini terletak dijalan Sutan Syahrir,kota Pontianak. Tiang pertama rumah adat ini ditancapkan pada tanggal 17 Mei 2003. Rumah Adat Melayu Kalbar diresmikan secara langsung oleh Wakil Presiden Jussuf Kalla pada tanggal 9 November 2005.

Rumah adat melayu ini merupakan pusat dari kebudayaan melayu yang ada di Kalimantan Barat. Sejak diresmikan, rumah adat melayu tersebut menjadi satu diantara tempat yang dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Bangunan Rumah Adat Melayu Kalbar ini berdiri diatas lahan seluas 1,4 hektar.

Bangunan ini terdiri dari Balai Kerja yang berfungsi sebagai Sekertariat Pertemuan, Balai Rakyat yang berfungsi sebagai taman bermain dan kios penjualan, ada juga Balai Pustaka yang berfungsi sebagai tempat kajian budaya dan perpustakaan, Balai Budaya yaitu ruang pertemuan sanggar tertutup dan ruang pengelola, Panggung Terbuka yang berfungsi sebagai ruang persidangan dan gudang, serta Pesanggarahan yang terdiri dari penginapan,pertemuan, klinik kesehatan dan tempat pelatihan. Rumah adat melayu ini juga berfungsi sebagai tempat musyawarah Majelis Adat Budaya Melayu.

Majelis Adat Budaya Melayu, berperan dalam menyelenggarakan even budaya melayu di Kalbar, satu diantaranya adalah Festival Seni Budaya Melayu yang telah berlangsung lama. Untuk tahun 2011, Festival Seni Budaya Melayu ke-7 digelar di kota Sintang pada tanggal 19 Desember 2011, yang mengambil tema "kembangkan seni,menjunjung tinggi adat dan budaya".

Additional Info

  • Alamat: Jl. Sultan Syahrir
Read 5556 times
Ramlan Hadiansyah

Terimakasih telah membaca ulasan ini. Anda bisa terus menerima berita lowongan pekerjaan dengan cara Like di Facebook Pontianakweb

1 comment

  • Comment Link yus Sunday, 07 April 2013 10:33 posted by yus

    MELAYU SUMATERA UTARA TERTINDAS.

    1. Banyak rakyat yang merasakan bhw pemerintah bersikap sangat tdk adil jika pemerintah tetap membiarkan 95 % posisi PNS & militer serta staff BUMN di sumatra utara diduduki oleh orang batak.
    Padahal jumlah etnis batak di sumatra utara tidak lebih dari 20 %. Dan 80 % lebih penduduk sumatra utara tinggal didaerah2 bekas kesultanan melayu.
    Sebaiknya pemerintah membatasi jumlah PNS & militer serta staff BUMN di daerah2 bekas kesultanan melayu disum- utara, dari 90 % menjadi 20 %, sebelum terjadi benturan antara etnis batak dgn etnis lainya disumatera utara.
    Karena menjadi PNS & militer serta staff BUMN adalah jaminan kemapanan dan kesejahteraan hidup, dan berdampak kpd kemudahan keluarganya untuk menembus rumit dan sulitnya birokrasi dalam mengurus surat2 ijin dan administrasi pemerintahan.
    Dan orang batak tentu tidak rela jika 20 % saja posisi PNS & militer serta staff BUMN di daerah bekas keresidenan tapanuli diduduki oleh orang melayu.
    Karena semua orang tahu, dan orang batak tentu lebih tahu bahwa orang melayu bukan orang batak dan tanah melayu bukan tanah batak.

    2. Benarkah daerah diluar tanah batak membutuhkan etnis batak?

    3. Benarkah bhw keberadaan PNS & militer serta staff BUMN yg beretnis batak di daerah2 bekas kesultanan melayu, hanya merebut kesempatan kerja mapan dan kesejahteraan yang seharusnya didapatkan dan dinikmati oleh putra2 melayu?

    4. Benarkah bhw keberadaan PNS & militer serta staff BUMN yg beretnis batak di daerah2 bekas kesultanan melayu, tidak bermanfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan orang melayu?

    5. Benarkah bhw 95 % orang batak lebih senang tinggal diluar tanah batak dari pada tinggal di tanah batak?
    6. Benarkah bhw kepintaran orang batak yang berpendidikan dan bergelar profesor sekalipun, tidak berguna untuk kemajuan dan pembangunan tanah batak?

    Buktinya adalah : sejak 30 tahun terakhir, tdk ada kemajuan yg berarti ditanah batak. Baik dalam bidang pembangunan dan statistik kependudukan.

    7. Mengapa jumlah indomaret dan jumlah bengkel resmi honda ( AHASS) pada lima kabupaten didaerah bekas keresidenan tapanuli tidak lebih banyak dari jumlah indomaret dan bengkel resmi honda ( AHASS) pada satu kecamatan di medan?
    Apakah karena jumlah orang batak ditanah batak sedikit? Apakah karena orang batak tidak suka belanja?

    8. Benarkah bhw para orang batak yg pintar dan bergelar profesor sekalipun, tdk punya inovasi dan kreatifitas untuk membangun dan memajukan tanah batak?

    9. Benarkah bhw keberadaan etnis jawa di tanah Deli adalah atas ijin dan undanagan dari sultan Deli untuk untuk membuka hutan dan mengerjakan lahan Perkebunan tembakau, tebu dan karet di tanah deli?

    10. Benarkah bahwa keberadaan etnis batak ditanah deli dan ditanah melayu sumatra utara adalah untuk menguasai hasil2 perkebunan, lahan2 persawahan dan menguasai pengelolaanya atau menguasai posisi administrasi dan managemen, setelah belanda terusir dari sumatra timur ? atau setelah hilangnya kedaulatan para sultan melayu di Sumatra utara?

    11. Benarkah bahwa penyebab senangnya orang batak tinggal di tanah melayu sumatra utara adalah karena di daerah melayu sumatra utara banyak orang jawa dan melayu yang selalu mengalah jika bermasalah dgn orang batak ?

    12. Benarkah bahwa keberhasilan orang batak menguasai 90 % posisi Pegawai negri sipil dan militer serta staff BUMN di daerah melayu sumatra utara, adalah krn orang batak menghalalkan segala cara untuk merebutnya ?
    Termasuk dgn cara menyogok dgn ratusan juta, melobi, nepotisme dan titipan dari para orang batak yg punya jabatan tinggi dipemerintahan?
    Benarkah orang batak menganggap bahwa cara2 tsb adalah sebagai persaingan ?


    13. Benarkah orang batak berani menyogok dgn uang ratusan juta rupiah untuk merebut posisi PNS dan militer, krn orang batak masih punya tanah yang lebar untuk di jual ?

    Sedangkan orang melayu tidak mau menyogok untuk merebut posisi PNS dan militer, karena orang melayu ta’at pada ajaran agama dan cara menyogok tsb dilarang. Dan orang melayu sudah tidak punya tanah yg lebar untuk di jual, karena tanah orang2 melayu sudah diambil alih oleh orang belanda untuk dijadikan perkebunan tembakau, tebu dan karet.

    Sedangkan tanah orang batak masih lebar2 karena tanah orang batak dikeresidenan tapanuli tidak diambil oleh belanda untuk dijadikan perkebunan.

    Benarkah bhw etnis batak menganggap bhw ketidakberanian etnis melayu dan jawa untuk merebut posisi PNS dan militer serta staff BUMN adalh sebagai sikap ketidakmampuan orang melayu dan jawa ?

    Benarkah orang batak menganggap bhw kejujuran atau sipat jujur orang melayu dan jawa kpd orang batak, dianggap oleh orang batak sebagai kebodohan? Sehingga orang batak senang membodohi orang melayu dan orang jawa ?

    Benarkah orang batak menganggap bhw sikap patuh atau patuhnya orang melayu dan jawa kpd hukum dan pemimpin, sekalipun pemimpin atau atasan itu adalah orang batak, maka orang batak menganggap bahwa sipat patuh tsb sebagai rasa takut? Sehingga orang batak senang menakut nakuti orang melayu dan orang jawa?

    14. Benarkah bahwa sejak terbakarnya Istana Sultan Serdang, maka orang melayu sumatra utara terus hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan ?
    Sedangkan yg paling diuntungkan dgn keterpurukan etnis melayu sumatra utara selama ini adalah etnis batak ? krn etnis batak yg menduduki posisi2 penting pada jabatan pemerintahan, militer dan staff BUMN serta mendapatkan semua fasilitas dan kesejahteraanya.

    15. Benarkah bhw sejak adanya orang batak yang menjadi gubernur di sumatra utara, maka orang batak sudah merasa sangat berkuasa ditanah melayu sumatra utara?
    Sehingga merekapun sudah merasa seperti penjajah di tanah melayu sumatra?
    Bahkan mereka mengganti simbol2 melayu dengan simbol2 batak di tanah melayu.
    Mereka membuat patung sisingamangaraja ditengah2 kota medan, padahal sisingamangaraja adalah seorang kepala suku kecil yg selalu bersembunyi di balik bukit, yg tdk punya hubungan dgn dunia luar dan tidak punya akses ke laut, apalagi mempunyai armada laut.
    Dan sisingamangaraja belum ernah berkunjung ke medan.
    Apakah orang batak rela jika ditengah2 kota parapat di bangun patung Panglima Denai?
    Tentu orang batak tidak bukan? Demikian juga dgn orang melayu, tentu tdk rela jika patung sisingamangaraja dibangun di tanah melayu. karena Panglima Denai mempunyai armada laut dan punya hubungan luas dengan kerajaan luar negri. Dan jika mau, Panglima Denai mampu menundudukan sisiingamangaraja hanya dgn 10 % kekuatan pasukn melayu.


    16. Benarkah jika 50 % saja posisi PNS dan militer serta staff BUMN di sumatera timur diduduki oleh putra2 melayu, maka 90 % orang melayu sumatara timur akan hidup sejahtera ?

    17. Benarkah bhw jika tdk dibatasi maksimal 20 % saja jumlah etnis batak yg menjadi PNS & militer, staff BUMN, pekerja sekuriti, perawat dan pekerja transfortasi di tanah melayu Sumatra utara, maka 99 % posisi PNS & militer, staff BUMN, security, pekerja transfortasi & posisi kerja mapan lainya di tanah melayu sumut akan direbut dan diduduki oleh orang2 batak?
    18. Karena orang batak tidak punya rasa malu untuk meminta jabatan, dan mereka tega menggoyang dan menggulingkan kedudukan orang melayu untuk digantikan kedudukanya dengan orang batak.


    19. Benarkah bahwa orang batak tidak perduli jika 95 % populasi orang batak berpindah dari tanah batak ke tanah melayu?


    20. Benarkah bahwa sangat besarnya jumlah orang batak yg pergi meninggalkan tanah batak karena orang batak tidak pandai mengolah tanah dan memajukan daerah mereka.

    21. Dan benarkah bahwa orang2 batak melakukan segala cara untuk merebut poisisi PNS, militer, staff BUMN, Pekerja security,perawat, pekerja transfortasi, dan posisi kerja mapan lainya di tanah melayu adalah karena orang2 batak malas bertani, berladang atau berkebun?

    22. Benarkah bhw jika semua lahan milik para sultan melayu di sumatra utara yang diambil alih oleh pemerintah, kemudian HGUnya di berikan kepada putra2 melayu, maka setiap putera melayu akan mendapatkan HGU seluas 700 hektar ?

    Dan jika satu persen saja dari HGU yg seharusnya di dapatkn oleh putra2 melayu benar2 diberikan kepada putra melayu sumatera utara, maka setiap putera melayu sumatera utara akan mendapatkan HGU lahan perkebunan seluas tujuh hektar ?
    Dan sudah pasti jika putra2 melayu Sumatra timur mendapatkan HGU lahan perkebunan seluas 7 hektar saja dari yg seharusnya 700 hektar, maka 100 % orang melayu Sumatra timur akan hidup sangat sejahtera.

    23. Benarkah bhw seandainya 80 % posisi PNS dan militer ditanah melayu sumatra timur diambil alih oleh putra2 melayu, kemudian mantan PNS dan militer serta staff BUMN yg beretnis batak ditanah melayu di beri pesangon Rp 20 juta, dan di beri gaji atau pensiun tanpa bekerja sebesar 1 juta sebulan, maka mantan PNS dan militer serta staff BUMN yg berEtnis batak tsb tidak akan mau menerimanya ?

    Apakah etnis batak mau melakukan yg demikian itu terhadap PNS dan Staff BUMN yg berEtnis melayu di daerah2 bekas keresidenan tapanuli ?

    24. Benarkah jika terjadi benturan antara etnis melayu dengan etnis batak di daerah2 bekas kesultanan melayu disumatera utara, krn orang melayu menuntut hak 80 % PNS dan militer serta staff BUMN di isi oleh orang melayu, serta menuntut agar setiap putera melayu sumtera timur mendapatkan HGU lahan Perkebunan seluas 7 hektar saja, maka pemerintah pusat, atau Jakarta akan membela orang batak ?

    25. Apakah jika terkumpul 200.000 putera2 melayu sumatera timur yg bersenjata, berani mati demi hak dan kesejahteraan hidup keluarga dan anak cucunya di atas tanah tumpah dara para leluhurnya, untuk menuntut hak 80 % Posisi PNS dan militer serta staff BUMN di sumatera timur di duduki oleh putera2 melayu dan menuntut hak 7 hektar saja HGU lahan perkebunan disumatera timur untuk setiap putera2 melayu melayu sumatera timur, maka semua keinginan dan rencana ini tidak akan terwujud?

    Report

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Custom Search